Selasa, 24 November 2015

Hendi Prio Santoso Berani Mengambil Resiko

PT Perusahaan Gas Negara (PGN) kini dipimpin Hendi Prio Santoso, pria kelahiran Jakarta, 5 Februari 1967. Alumnus BBA Keuangan dan Ekonomi Universitas Houston, Texas, Amerika Serikat, itu menjadi Direktur Utama PT PGN pada 13 Juni 2008. Seperti apa Hendi akan membawa PGN dan kiat beliau memberantas calo migas, berikut petikan wawancaranya:

Apa ruang lingkup bisnis PGN?

Kami bergerak dalam bisnis pengangkutan dan distribusi gas bumi dalam pola integrasi. Kami membangun jaringan pipa transmisi gas berdimensi besar dari satu wilayah ke wilayah lain, antarprovinsi, antar pulau, bisa menyeberangi lautan. Agar gas dari hulu sampai ke pelanggan, kami juga membangun jaringan distribusi gas bumi.

Apakah membutuhkan dana besar?

Pembangunan pipa transmisi untuk mengangkut gas butuh dana besar. Sejak tahun 1995, kami mengeluarkan investasi 2,5 miliar dollar AS atau Rp 20 triliun untuk meningkatkan jaringan dari 1.900 kilometer menjadi 5.800 kilometer. Meski belum semua dipastikan terjadi penyerapan, kami berani membuat jaringan pipa lebih besar dari permintaan konsumen. Memang butuh keberanian mengambil risiko investasi.

Bagaimana kinerja PGN?

Pada tahun 2006, volume penyaluran distribusi gas 300 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), sekarang 800 MMSCFD. Perputaran gas 1,6 miliar kubik per hari, setengahnya kami angkut gas milik produsen untuk pembeli seperti PLN. Untuk jaringan distribusi, kami membeli gas dari produsen dan menjualnya ke pelanggan PGN dari pelanggan rumah tangga sampai industri besar, termasuk PLN, serta 22 sektor industri kimia

Menjadi perusahaan terbuka?

Sejak tahun 2003, PGN menjadi perusahaan terbuka, dan itu ternyata bermanfaat. Kami tidak memakai uang negara satu sen pun dalam pengembangan infrastruktur yang sebenarnya bermanfaat bagi kepentingan nasional. Sebagai BUMN, kami tidak mau memberatkan negara, misalnya meminta subsidi.

Margin PGN dinilai terlalu besar?

Kami melakukan subsidi silang antara sektor transmisi dan distribusi demi kelangsungan perusahaan dan agar ada laba. Survei harga gas di dunia, dengan posisi harga gas PGN setelah penyesuaian menjadi 10 dollar AS per MMBTU (juta metrik british thermal unit) yang akan berlaku bertahap mulai September, harga gas dari PGN termasuk keenam termurah di dunia. Pelaku ekonomi yang sangat maju seperti China, harga rata-rata gasnya 14 dollar AS per MMBTU, tetapi industri dan produknya sangat bersaing.

Apa rencana bisnis ke depan?

Penetrasi kami dari sisi infrastruktur baru terpusat di Jawa dan Sumatera. Saat ini pengembangan infrastruktur baru dua pertiga Sumatera. Sekarang kami mau ekspansi membangun infrastruktur yang belum terhubung.

Apa kiat membangun perusahaan?

Pertama, butuh visi jangka panjang dan disiplin tinggi untuk menyisihkan sebagian dari pendapatan sekarang untuk kepentingan pengembangan dalam jangka panjang. Pemanfaatan teknologi harus terus dikembangkan agar lebih efisien dan lebih murah. Kedua, perlu keberanian mengambil risiko karena tidak ada yang menjamin pasokan gas dari produsen sesuai dengan kontrak.

Selain itu juga Hendi berani mengambil resiko untuk melawan mata rantai bisnis yang dikuasai oleh calo migas dengan menerapkan "Kode Etik Karyawan" dan "Kode Etik Pimpinan".

Sumber:

Minggu, 22 November 2015

Hendi Prio Santoso Sepakat Memberantas Calo Gas Bersama Pertamina

Hendi Prio Santoso Dirut PGN bersama Pertamina sepakat untuk memberantas calo atau broker gas. Kedua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini bekerjasama untuk memberantas broker gas yang terjadi terkait penerapan program open access.

Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Hendi Prio Santoso mengatakan penerapan open access pada semua pipa Transmisi, baik pipa milik PGN maupun milik Pertamina, telah mengakibatkan stagnasi infrastruktur dan memunculkan rantai bisnis (rante) dengan maraknya calo atau broker gas. “Penerapan open access pada pipa transmisi telah menimbulkan perpanjangan rantai bisnis gas”, kata Hendi, dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VII pada tanggal 12/12/2013.Menurut Hendi, sejak dibangunnya jaringan pipa SSWJ tidak ada lagi pembangunan infrastrktur pipa gas baru di Indonesia. Contohnya ruas Kalija, Gresik – Semarang dan Cirebon – Semarang.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan pun meminta pemerintah membenahi trader gas yang tidak memiliki fasilitas. "Saya setuju (PGN), kita harus membenahi trader gas. Ke depan tidak ada lagi trader gas," tandas dia.

Permasalahan broker ini terkait pemberitaan beberapa waktu lalu, adanya perusahaan broker gas bernama PT Duta Firza yang memperoleh alokasi pasokan gas dari Pertamina Jawa Barat. Penerapan open access dikhawatirkan kian membuat marak broker gas ini.

Adapun kesimpulan Komisi VII dari RDP ini, mereka meminta direksi PGN dan Pertamina untuk menyelesaikan kisruh open access melalui cara berkoordinasi dengan pemerintah sesuai dengan peraturan perundang-undangan

Sumber; 

Sabtu, 21 November 2015

Hendi Prio Santoso Via PGN Konsisten Mendukung Konversi BBM ke Gas Bumi dan Upayanya Memberantas Calo

Hendi Prio Santoso dan calo di PGN adalah dua subjek yang sangat berkebalikan, pria yang lahir di Jakarta 5 Februari 1967. Menjabat sebagai direktur utama sejak 13 Juni 2008. Sebelumnya menjabat sebagai direktur keuangan sejak 31 Mei 2007. Menyelesaikan pendidikan di bidang keuangan dan ekonomi dari University of Texas Austin –USA. Sebelum bergabung dengan perseroan, menjabat sebagai direktur investment banking di PT JP Morgan Securities Indonesia 2004-2007. Mengawali kariri di Bank Niaga (1990-1991) dan dilanjutkan di Citibank NA, Indonesia (1991-1996). Pada tahun 1996 ditunjuk menjadi Vice President PT Perdana Multi Finance, kemudian sebagai direktur pengembangan PT Perdana Inti Investama (1996-1998). Pada tahun 1998-2001 menjabat sebagai Associate Director di PT Bahana Securities, yang kemudian menjabat sebagai direktur PT Anugra Cipte Investama (2001-2004). Menyatakan, bahwa PGN konsisten mendukung konversi BBM ke Gas bumi.

PGN menyediakan kebutuhan gas bumi bagi pembangkit listrik PLN Batam dan PT PJB (Pembangkitan Jawa-Bali). Selain itu, Perusahaan Gas Negara juga membangun dan mengembangkan infrastruktur gas bumi dan fasilitas pendukung untuk menyalurkan gas bumi ke pembangkit PLN Batam dan PT PJB. catatan positif dalam pembangunan infrastruktur PGN selama ini adalah mewujudkan energi nonfosil yang ramah lingkungan, murah dan terjamin pasokannya bagi industri, serta segmen lainnya, seperti sektor transportasi, rumah tangga dan bisnis.

Kemajuan pembangunan infrastruktur ini, lanjut Hendi, calo gas tak ada di lingkungan dan pengelolaan bisnis PGN. Seluruh pembangunan infrastruktur disesuaikan dengan kebutuhan industri dan sektor transportasi.  Apalagi korupsi tak ditolerir sedikit pun dalam organisasi perusahaan melalui penguatan nilai-nilai dan budaya perusahaan. Sehingga gerak laju PGN dapat menghasilkan kinerja dan performa terbaik dengan biaya efisien. Hal ini sejalan dengan roadmap pemberantasan korupsi 2012-2023 oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di mana sektor pangan, energi dan pajak menjadi prioritas.

Sumber: 

Upaya Hendi Prio Santoso Wujudkan "zero tolerance corruption" Berantas Calo di PGN

Hendi Prio Santoso dan Calo migas di PGN sangat bersebrangan, Direktur Utama PT. Perusahaan Gas Negara (PT. PGN) yang juga adalah alumnus BBA Keuangan dan Ekonomi Universitas Houston, Texas, Amerika Serikat berusaha memberantas korupsi di PGN dengan membangun budaya dan nilai-nilai perusahaan, dimana memunculkan semangat "Zero tolerance corruption".

Berdasarkan budaya dan nilai-nilai perusahaan serta prinsip tata kelola perusahaan, PGN telah menyusun kode etik karyawan yang diterbitkan sebagai "Kode Etik Karyawan" dan "Kode Etik Pimpinan". Menurut Dirut PGN Hendi Prio Santoso, Jumat (13/3) catatan positif bagi PGN dalam membentuk prosedur dan peraturan terkait dalam interaksi mereka (Karyawan dan Pimpinan) dengan para pemangku kepentingan adalah termuat dalam Kode Etik."Dimana memberikan panduan praktis tentang cara menangani konflik kepentingan, korupsi, suap, gratifikasi, manajemen informasi dan lain-lain. Melalui kode etik ini pula," ujar Dirut PGN Hendi Prio Santoso, calo gas tidak dapat memiliki kesempatan untuk bertemu dan berhubungan dengan karyawan maupun pimpinan PGN.

Pada sisi lain, selama tahun 2014 PGN mencatatkan pendapatan neto sebesar USD 3,41 miliar naik 13,6 % dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yaitu USD 3,00 miliar. Laba operasi sebesar USD 982,06 juta naik 5,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu USD 933,35 juta dan EBITDA sebesar USD 1,16 miliar naik 3,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu USD 1,12 miliar. Selama tahun 2014 PGN membukukan laba bersih sebesar USD 722,75 juta. Kunci dari ini semua selain sikap profesionalisme dari seluruh awak perusahaan PGN, juga kuatnya komitmen dari pucuk pimpinan atas toleransi nol korupsi. Ini menjadi sikap ketegasan Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso, korupsi tidak dibenarkan terjadi dan tidak dimungkinkan terjadi di PGN, melalui penerapan tata kelola perusahaan yang baik serta budaya perusahaan yang kuat. Karena itulah PGN mengembangkan budaya perusahaan berbasis prinsip-prinsip kolektif yang disebut sebagai ProCISE atau Professionalism, Continuous Improvement, Integrity, Safety dan Excellent Service.

Sumber:
Berita satu

Sabtu, 14 November 2015

Wow Bus Berbahan Bakar Kotoran Sapi Pecahkan Rekor Tercepat #EnergiAlternatif

Sebuah bus berbahan bakar kotoran sapi telah memecahkan rekor kecepatan bus reguler dengan menembus hampir 124 km/jam. Bus bernama "Bus Hound" dari Kota Reading, Inggris itu, mencatat kecepatan hingga 123,57 km/jam di lapangan Millbrook Proving Ground di Kota Bedford.

Dengan cat hitam putih bermotif kulit sapi, bus itu menggunakan bahan bakar yang terbuat dari tinja hewan yang diproses menjadi biogas. Gas tersebut kemudian dicairkan dan disimpan dalam tujuh tangki di atap bus. Meski mencatat rekor, mengingat batas kecepatan bus berada pada kisaran 90 km/jam, torehan itu tidak akan dihitung sebagai Rekor Dunia Guiness bila belum mencapai kecepatan di atas 241 km/jam.

Kepala mekanik, John Bickerton, mengatakan tidak keberatan. Yang penting, menurutnya, bus tersebut telah meraih gelar sebagai bus tercepat yang berbahan bakar kotoran sapi.

"Kami menantang bus lainnya untuk mematahkan rekor kami. Kami ingin mengubah citra transportasi bus sebagai kotor, bau dan pelan. Kami modern, cepat dan penuh inovasi baru," kata Bickerton.

Nama bus itu terinspirasi oleh mobil supersonik asal Inggris yang berupaya mencapai kecepatan lebih dari 1.600km/jam pada 2016 mendatang

Bahan bakar tinja

Pada 2014 lalu, Inggris mengoperasikan bus bertenaga kotoran manusia dan sampah makanan untuk pertama kalinya.

Angkutan umum dengan 40 kursi ini dinamai Bio Bus, dioperasikan dengan gas biometana yang dihasilkan melalui pengolahan limbah dan sampah makanan.
Bus ramah lingkungan ini bisa menempuh jarak 300 kilometer dengan satu tangki gas. Satu tangki gas ini biasanya bisa diisi dengan tinja yang dikeluarkan lima orang selama setahun.

Kendaraan dioperasikan oleh Perusahaan Bath Bus dan mengangkut orang dari Bandara Bristol dan pusat Kota Bath.

Artikel ini disumbangkan untuk situs Sinergi

Sumber: NatGeo

Kamis, 12 November 2015

Ini Dia 9 Sumber Energi Alternatif untuk Masa Depan!

Mengapa kita membutuhkan sumber energi alternatif?

Penggunaan energi alternatif akan memberi perlindungan suatu bangsa pada kenaikan harga bahan bakar fosil, serta mengurangi ketergantungan pada negara-negara lain untuk pasokan minyak.

Selain itu, sumber energi alternatif akan membatasi konsumsi sumber energi tak terbarukan seperti minyak bumi dan batubara, serta yang paling penting, mengurangi pencemaran lingkungan dan efek negatif pada sumber daya alam seperti air, udara, hutan, dll.

Peningkatan penggunaan sumber energi alternatif pada akhirnya akan menciptakan lapangan kerja baru sehingga mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Berikut ini, Jenis Sumber Energi Alternatif:

1. Tenaga Nuklir
Proses reaksi nuklir terkendali bisa menjadi sumber energi alternatif yang memiliki potensi amat besar. Proses nuklir tersebut dikenal pula sebagai reaksi fisi. Pada pembangkit listrik tenaga nuklir, panas yang dihasilkan oleh reaksi fisi digunakan untuk menguapkan air. Uap yang dihasilkan lantas digunakan untuk menggerakkan generator yang kemudian menghasilkan listrik. Survei yang dilakukan pada tahun 2007 menunjukkan bahwa sekitar 14% pasokan listrik dunia dipenuhi oleh pembangkit listrik tenaga nuklir.

2. Energi Biomassa
Materi biologis yang masih hidup atau telah mati disebut sebagai biomassa. Biomassa umum digunakan sebagai sumber bahan bakar atau untuk produksi industrial. Tanaman hidup, pohon mati, dan serpihan kayu merupakan bagian dari biomassa. Sekitar 0,5 listrik di Amerika Serikat tercatat dihasilkan dari energi biomassa.

3. Gas Alam
Sebelum digunakan, gas alam biasanya dikompresi terlebih dahulu hingga berubah wujud menjadi cair. Pembakaran gas alam memang masih menghasilkan gas rumah kaca, namun dibandingkan bahan bakar lain seperti bensin atau solar, emisi gas alam dianggap masih lebih bersih.

4. Panas Bumi
Panas bumi merupakan sumber energi alternatif yang ekonomis, dapat diandalkan, dan ramah lingkungan. Panas bumi merupakan sumber energi yang dapat diperbarui sehingga bebas dari isu kelangkaan. Penggunaan tenaga panas bumi dapat dilacak hingga jaman Romawi kuno. Pada saat itu, panas bumi populer digunakan sebagai pemanas ruangan dan untuk keperluan mandi. Saat ini, panas bumi merupakan sumber energi alternatif yang bisa digunakan sebagai pembangkit listrik.

5. Pembangkit Listrik Tenaga Air
Pembangkit listrik tenaga air mungkin masih menjadi sumber energi alternatif yang populer. Tenaga air merupakan sumber energi terbarukan sekaligus ramah lingkungan karena tidak menghasilkan limbah.

6. Tenaga Angin
Turbin angin lazim digunakan untuk mengubah energi angin menjadi listrik. Catatan menunjukkan bahwa sekitar 1,5% pasokan listrik dunia dihasilkan oleh tenaga angin. Meskipun angka tersebut terbilang kecil, namun persentasenya selalu meningkat dari tahun ke tahun.

7. Tenaga Matahari
Tenaga surya umum digunakan sebagai pembangkit listrik. Perkembangan teknologi memungkinkan sel surya semakin ringan, mudah diangkut, dan lebih efisien.

8. Energi Gelombang Laut
Seperti namanya, gelombang laut bisa digunakan untuk menghasilkan listrik. Teknologi ini, meskipun memiliki potensi besar, belum banyak digunakan. Rintangan utama dalam memperluas penggunaannya adalah dampak negatif yang akan terjadi pada lingkungan laut. Pembangkit listrik dari gelombang laut berpotensi mengganggu usaha penangkapan ikan sekaligus bentang alam alami lingkungan laut.

9. Energi Pasang Surut
Seperti energi dari gelombang laut, energi pasang surut juga belum banyak digunakan. Namun, para ahli melihat pasang surut sebagai sumber energi alternatif yang menjanjikan di masa depan. Pasang surut dianggap menjanjikan karena mudah diprediksi tidak seperti energi matahari dan angin. Salah satu faktor utama yang membuat teknologi pasang surut belum banyak diterapkan adalah biaya yang tinggi serta langkanya daerah yang memiliki perbedaan pasang surut besar.

Artikel ini disumbangkan untuk situs Sinergi

Sumber: Amazine

Peran Mahasiswa Dalam Diversifikasi Energi

Apa sih peran mahasiswa dalam diversifikasi Energi ?Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan pembangunan, ekonomi, dan pendidikan yang belum merata sehingga inflasi adalah ancaman serius bagi bangsa. Tercatat, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan) di Indonesia pada Maret 2011 mencapai 30,02 juta orang (12,49 persen), turun 1,00 juta orang (0,84 persen) dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2010 yang sebesar 31,02 juta orang (13,33 persen)[3]. Angka kemiskinan di Indonesia ini menurun secara statistik, namun berbanding lurus dengan tingkat taraf hidup masyarakat sebenarnya. Minimnya lapangan pekerjaan dan korupsi merupakan faktor yang menyebabkan taraf hidup menurun. Kualitas dan kuantitas pendidikan di Indonesia juga belum terdistribusi merata sehingga tingkat sumber daya alam yang dimiliki tidak selaras dengan sumber daya manusia. Sistem pendidikan belum memadai sehingga sumber daya manusia kita kurang bersaing dengan mancanegara.

Berbeda dengan jumlah sumber daya manusia, Indonesia memiliki sumber daya alam yang berlimpah. Kelimpahan tersebut menjadi sasaran empuk bagi negara lain, seperti China, India, dan Amerika Serikat,untuk mengeruk dan menguasai dengan cara pembiayaan perusahaan-perusahaan tambang lokal yang kesulitan pendanaan. Menurut data British Petroleum Statistical Review, Indonesia yang hanya memiliki cadangan batubara sebesar 4,3 miliar ton atau 0,5 persen dari total cadangan batubara dunia menjadi pemasok utama batubara China yang memiliki cadangan batubara sebesar 114,5 miliar ton atau 13,9 persen dari total cadangan batubara dunia. Saat ini, Indonesia telah mengekspor 240 juta ton dari rata-rata produksi 340 juta ton per tahun. Di sektor migas, penguasaan cadangan migas juga masih didominasi oleh perusahaan asing. Dari total 225 blok yang dikelola kontraktor kontrak kerjasama non-Pertamina, 120 blok dioperasikan perusahaan asing, 28 blok yang dioperasikan perusahaan nasional, dan 77 blok sisanya dioperasikan oleh perusahaan gabungan asing dan lokal[4]. Dominasi asing dalam hal migas sebesar 75 persen dan 25 persennya menjadi porsi nasional.

Pengerukan sumber daya alam, berupa minyak bumi, secara kontinu menyebabkan stok terus menipis. Secara statistik, Pertamina sebagai BUMN monopoli dan regulator energi Indonesia hanya dapat menghasilkan 241.156 ribu barel total BBM pada tahun 2010 yang mengalami penurunan produksi dibandingkan tahun sebelumnya 246.289 ribu barel[5]. Untuk menutupi kekurangan suplai kebutuhan energi nasional tersebut, minyak bumi harus diimpor dari luar negeri. 

Mix energy merupakan langkah paling efektif dalam penyediaan energi. Dengan pengaturan dan koordinasi persentase berbagai potensi sumber energi disuplai ke masyarakat menjadi langkah konservasi energi untuk jangka waktu yang lama. Gagasan mix energy, seperti BBM dengan BBG,sudah lama direncanakan, tapi kerja yang lambat menjadi kendala. Pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) sudah dimulai awal 1990 di Jakarta, Surabaya, dan Palembang, namun hanya di Jakarta yang lumayan berjalan. Mix energy bahan bakar fosil dengan energi terbarukan merupakan langkah konservasi paling efisien karena supai energi lebih besar dan bahan bakar fosil digunakan lebih sedikit.

Bukan hanya dari segi ketersediaan sumber daya alam, alat dan bahan konversi energi dalam negeri mengandalkan negara lain menjadi faktor besarnya biaya pengeluaran, seperti ekspor katalis pereaksi minyak bumi sebelum ditemukan mahasiswa S2 ITB tahun 2011. Impor alat dan bahan konversi ini menunjukkan keterbatasan sumber daya manusia dalam pengembangan teknologi. Riset merupakan penunjang teknologi, namun minatnya sangat minim di Indonesia karena dipengaruhi dari faktor sistem dan fasilitas pendidikan di Indonesia belum memadai. Tercatat hasil riset bidang fisika pada tahun 2006, populasi penduduk di Indonesia menapai 245,45 juta jiwa dan hanya 113 penelitian yang dihasilkan. Sedangkan di Malaysia, dengan populasi penduduk mencapai 24,39 juta jiwa menghasilkan 117 penelitian, Vietnam 84,40 juta jiwa menghasilkan 201 penelitian, dan Singapura 4,49 juta jiwa menghasilkan 253 penelitian [9].Maka dari itu, pembenahan dan pengembangan teknologi energi perlu ditingkatkan denganpeningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia.

Dari sekian banyak energi terbarukan, BBH atau bahan bakar hidrogen yang berpotensi menjadi pengganti bahan bakar fosil.Produk hasil pembakarannya adalah air sehingga tidak menjadi polusi. BBH telah digunakan sebagai bahan bakar roket. Dengan hidrogen yang relatif sedikit direaksikan dengan oksigen menghasilkan energi yang dapat mengantarkan roket keluar angkasa. Prinsip ini telah menjadi pemikiran eropa untuk mencanangkan BBH sebagai sumber energi nasional, seperti Swedia dan Inggris.Jika dalam implementasinya diperuntukan bahan bakar transportasi, maka perlu dibangun  dengan total kapasitas produksi sekitar 257.000 ton gas H2. Menurut peneliti Puslit Fisika Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), gambaran harga hidrogen saat ini dalam skala produksi US$3,5 per kilogram sehingga untuk satu kilogram hidrogen sama dengan empat liter bensin[11]. Indonesia yang memiliki sumber hidrogen berlimpah, seperti air, metana, laut, batubara, dan sebagainya, dapat dieksplorasi menjadi energi sehingga pencanangan BBH sebagai sumber energi nasional sangat cocok diterapkan.

Mahasiswa adalah salah satu sumber daya manusia yang memiliki peran penting dalam proses diversifikasi energi. Sebagai mahasiswa diupayakan dapat berpikir luas dan menganalisa tentang keadaan Indonesia. Peran mahasiswa bukan sekadar berdemo dan menyuarakan isi hati rakyat, namun dibutuhkan aksi berupa pemikiran dan pengembangan untuk membantu menyelesaikan masalah terutama kebutuhan energi di Indonesia.Berbagai sumber energi di Indonesia sebagai fokus dalam diversifikasi.Mahasiswa dapat berperan mengeksplorasiteknologi dansumber energimelalui riset.Pembudayaan riset energi dengan wadah tertentu (lembaga penelitian di universitas, komunitas, dan kelompok diskusi) menjadi hal penting untuk kemajuan teknologi dan diversifikasi energi.Terlibat dalam kegiatan penyuluhan dan sosialisasi konservasi energi ke masyarakat juga dapat dilakukan mahasiswa untuk menumbuhkan kepedulian terhadap energidi Indonesia.

Peran mahasiswa sebagai SDM masa depan sangat penting. Pengembangan teknologi dan penerapan bahan bakar hidrogen membutuhkan sumber daya manusia handal untuk siap menerapkan BBH sebagai sumber energi.Wadah yang dapat menampung kreativitas perlu dikembangkan untuk meningkatkan minat penelitian dan pengembangan hard and soft skillmahasiswa. Penyuluhan dan seminar merupakan wadah pengembangan sehingga mahasiswa lebih siap terjun ke lapangan nantinya. Berbagai hal dapat dikontribusikan melalui hasil riset, seperti pengembangan alat konversi energi, pengembangan produksi bahan bakar, dan merancang komponenproduksi maupun penggunaan.Maka dari itu, disiplin ilmu dapat dikembangkan untuk konservasi dan diversifikasi energi berupa BBH sehingga penerapannya lebih efektif dan efisien.

Rancangan penggunaan energi masa peralihan dan masa depan merupakan fokus awal untuk keberhasilan penerapan. Ketergantungan sumber energi dari luar negeri secara bertahap dapat di minimalisasikan dengan meningkat kualitas dan kuantitas sumber daya manusia. Mix energy dari berbagai sumbernya merupakan langkah konservasi dimasa peralihan danperlu pembenahan sistem distribusi danpenambangan sumber energi. Penggunaan BBH sebagai energi masa depan merupakan diversifikasi menuju Indonesia mandiri energi.Pembudayaan konservasi dan diversifikasimelalui peran mahasiswa, dengan penyuluhan dan riset, secara optimal akan meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia kita serta membantu mengatasi masalah ketergantungan energi dari luar negeri tersebut.

Artikel ini disumbangkan untuk situs Sinergi

Sumber: Energi