Jumat, 26 Agustus 2016

Awesome, Ada Lebih Dari 7100Km Pipa Gas Bumi yang Telah Dioperasikan Oleh PGN

PGN yang saat ini dipimpin oleh Hendi Prio Santoso selaku Dirut, telah menorehkan banyak prestasi. Diantaranya saat ini PGN  telah membangun dan mengoperasikan pipa gas bumi lebih dari 7.100 kilometer (km). Tahukah anda?,Jumlah ini setara 76% pipa gas bumi seluruh Indonesia. Kalau menilik dari sejarahnya tidak gampang membangun jaringan pipa gas di Indonesia dikarena kan rintangan yang banyak. Menurut Sri Budi Mayaningsih yang saat ini menjabat sebagai Direktur Utama PT PGAS Telekomunikasi Nusantara, anak usaha PGN , PGN telah membangun pipa gas bumi sejak era 1970-an di mana harga gas terpaksa dijual dengan murah, karena pada periode itu harga BBM masih murah karena disubsidi pemerintah bahkan sebagian dari impor.

PGN tetap optimis dengan jalur bisnis mendistribusikan gas melalui pipa gas. Salah satu pertimbangannya, Indonesia sudah banyak bergantung pada BBM impor yang dijual murah (subsidi) dan ini terus membebani keuangan negara. Sementara kata Sri Budi Mayaningsih, Indonesia memiliki produksi Gas Bumi dan Energi Baik yang cukup besar dan cadangan gas yang berlimpah, serta bisa menggantikan impor BBM selama ini.

Ditambahkan Direktur PGN, Dilo Seno Widagdo, saat ini PGN telah membangun dan mengoperasikan lebih dari 7.100 km pipa Gas Bumi dan Energi Baik, yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Pipa-pipa gas tersebut memasok Gas Bumi dan Energi Baik yang efisien dan ramah lingkungan ke lebih dari 107.690 rumah tangga pelanggan PGN, 1.857 usaha kecil, mal, restoran, hotel, rumah sakit, serta 1.529 industri skala besar dan pembangkit listrik.

Dilo Seno Widagdo mencontohkan, awal tahun ini PGN sudah menyelesaikan beberapa infrastruktur di beberapa daerah. Seperti di Pasuruan, Jawa Timur, PGN menyelesaikan pembangunan pipa gas bumi di wilayah Kejayan-Purwosari sepanjang 15 kilometer (km), kemudian di wilayah Jetis-Ploso sepanjang 27 km. Lalu PGN juga telah selesai membangun di wilayah Kalisogo-Waru, Jawa Timur sepanjang 30 km. PGN juga berhasil menyelesaikan proyek pipa distribusi gas bumi di wilayah Nagoya, Pulau Batam sepanjang 18,3 km. Selain di Jawa Timur dan Batam, PGN juga terus membangun infrastruktur di wilayah eksisting maupun wilayah baru dalam rangka pembukaan pasar baru atau pioneering.

PGN terus berkomitmen membangun infrastruktur dan memperluas pemanfaatan gas bumi di dalam negeri. Gas bumi merupakan energi baik, bersih, efisien, dan diproduksi dari perut bumi Indonesia alias tak impor.

Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs Si-Nergi 

Sabtu, 06 Agustus 2016

Ahok Sang Pelayan Masyarakat DKI

Kinerja Ahok sebagai gubernur DKI sudah sangat banyak diantaranya:  

1.Perubahan terminal Rawamangun, 
2.Sejumlah Ruang Publik Terpadu Ramah Anak yang dibangun di 5 wilayah DKI, 
3.Normalisasi sungai Ciliwung, 
4.Normalisasi sungai Ciliwung-Cikini, 
5.Pembenahan bangunan bersejarah di kawasan Kota Tua, 
6.Penataan Waduk Pluit, 
7.Penutupan kawasan Lokalisasi Kali Jodo, 
8. Pembangunan rusunawa bagi warga DKI yang terkena gusuran, 
9. Pembenahan Kampung Pulo, 
10. Kawasan wisata kuliner Lenggang Jakarta yang nyaman untuk makan, 
11. Halte Kali Besar Barat yang sekarang cantik, dulu mah apalah ya 
12. Daging Murah untuk peserta KJP , Dan masih banyak lagi kinerja Ahok dalam membenahi Jakarta , beberapa kinerja ahok bisa di search dalam twitter dengan taggar #kinerjaahok atau follow twitter saya: @hmanggala 

Bagi Ahok, mengerjakan tugas-tugasnya melayani rakyat lebih dari segalanya. Lebih dari popularitas dan keuntungan-keuntungan material sekalipun. karena itulah, ia dengan tegas menolak kegiatan yang mencoba mengalihkan perhatiannya melakukan tugas utamanya, melayani rakyat yang disebutnya 'tuan'. Ahok tak bermaksud mengecewakan siapapun, ia hanya ingin melakukan tugasnya sebaik mungkin yang kepadanya rakyat dan negara memberinya upah. Diluar itu ia akan sangat selektif. 

Dalam pandangan ahok, melayani rakyat tanpa sebuah fokus sama halnya "membunuh diri dan karir nya" sebagai pelayan rakyat. Juga membunuh rakyat yang dilayaninya. Biarkan saya fokus bekerja untuk membuat rakyat lebih sehat dan lebih sejahtera, kata beliau.

Mengenai pilkada 2017 nanti ahok berniat tidak melakukan kampanye dan menyerahkan semuanya kepada rakyat, biarkan rakyat yang menilai apa yang telah dilakukan. 

Sumber: 
buku The Ahok Way, Hidup adalah kebenaran, mati adalah keuntungan 

Rabu, 30 Maret 2016

Menanti Kedatangan 8 kargo LNG dari Kilang LNG Tangguh Papua Ke FSRU Lampung..


Delapan kargo LNG tersebut berasal dari Kilang LNG Tangguh Papua dan diterima secara bertahap, mulai April hingga akhir tahun 2016 ini.

FSRU adalah sebuah terminal terapung yang di dalamnya dilengkapi dengan fasilitas untuk menampung LNG dan fasilitas untuk mengubah LNG menjadi gas (regasifikasi).

FSRU Lampung memiliki kapasitas penampung LNG sebesar 170.000 m3 dan kemampuan regasifikasi 240 MMSCFD (juta kaki kubik per hari). FSRU Lampung terletak di lepas pantai, yang berjarak sekitar 21 km dari Labuhan Maringgai, Lampung.

Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs Si-Nergi

Sumber: gatra

Terungkap, FSRU Lampung Salurkan 1,1 Juta Meter Kubik Kargo LNG Tahun ini..

Apa hubungan  Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) Lampung, dengan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN)? ternyata, FSRU lampung sekarang dikelola oleh PT PGN LNG Indonesia, yang merupakan anak usaha PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN).

FSRU adalah sebuah terminal terapung yang di dalamnya dilengkapi dengan fasilitas untuk menampung LNG dan fasilitas untuk mengubah LNG menjadi gas (regasifikasi). FSRU Lampung memiliki kapasitas penampung LNG sebesar 170.000 meter kubik dan kemampuan regasifikasi 240 MMSCFD (juta kaki kubik per hari). FSRU Lampung terletak di lepas pantai, yang berjarak sekitar 21 km dari Labuhan Maringgai, Lampung.

Heri Yusup, Sekretaris Perusahaan PGN, menjelaskan bahwa sebelum disalurkan, LNG tersebut melalui proses regasifikasi (mengubah dalam bentuk cair menjadi gas). Dari FSRU Lampung, gas tersebut mengalir melalui pipa bawah laut menuju ke stasiun penerima di Labuhan Maringgai yang terhubung dengan pipa South Sumatera West Java (SSWJ) sehingga gas tersebut dapat didistribusikan ke pelanggan PGN di Jawa Bagian Barat dan Sumatera Bagian Selatan.

Heri menambahkan keberadaan FSRU Lampung ini akan sangat mendukung pemenuhan kebutuhan energi nasional terutama untuk Indonesia bagian Barat dan Indonesia bagian Tengah.

Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs Si-Nergi

Sumber: Tribun

Regasifikasi di Ujung Selatan Sumatera..


FSRU Lampung yang dikelola anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), PT PGN LNG Indonesia, mulai  April 2016 ini akan menerima kargo gas alam cair. 

Dalam rangka mendukung pemenuhan kebutuhan gas bumi bagi pelanggan PGN di Jawa Bagian Barat dan Sumatera Bagian Selatan. Delapan kargo LNG tersebut berasal dari Kilang LNG Tangguh Papua dan diterima secara bertahap, mulai April hingga akhir tahun.

Singkatan dari apa kah FSRU itu? FSRU atau Floating Storage and Regasification Unit adalah fasilitas terminal terapung yang di dalamnya dilengkapi dengan fasilitas untuk menampung LNG dan fasilitas untuk mengubah LNG menjadi gas (regasifikasi). FSRU Lampung memiliki kapasitas penampung LNG sebesar 170 ribu meter kubik dan kemampuan regasifikasi 240 juta kaki kubik per hari (mmscfd). dan terletak di lepas pantai, yang berjarak sekitar 21 km dari Labuhan Maringgai, Lampung.

Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs Si-Nergi

Sumber: republika 

Senin, 15 Februari 2016

Cool, Thorium Bangka Hasilkan 90 Persen Energi Listrik #energiAlternatif


Potensi energi alternatif thorium untuk menghasilkan energi listrik sebanyak 90 persen dari 121 ribu ton yang tersedia di Pulau Bangka.


Menurut Kepala Batan, Djarot Sulistio Wisnubroto, energi alternatif Thorium lebih aman daripada uranium berikut ini alasan nya:

Uranium merupakan unsur yang dapat membelah diri setelah bereaksi nuklir. Reaksi uranium akan menghasilkan plutonium, yakni hal yang biasa digunakan dalam dunia persenjataan. 

Sementara energi alternatif thorium memiliki sifat yang tidak dapat membelah diri. Thorium hanya akan membelah diri apabila direaksikan dengan neutron terlebih dahulu. Karena tidak bisa membelah diri, maka ini berarti tidak dapat menghasilkan plutonium. Dengan kata lain penggunaannya aman karena tidak ada pemanfaatan untuk persenjataan.

Selain itu menurut Djarot limbahnya lebih sedikit dari uranium yang bisa berkisar 300 meter per kubik dalam setahun dengan ukuran pembangkit listrik sebanyak 1000 MegaWatt (MW).  Dia berpendapat, total limbah thorium diperkirakan di bawah 300 meter kubik.

Semoga Thorium yang kita miliki dapat dimanfaatkan dengan maksimal sebagai energi alternatif.

Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs Si-Nergi

Sumber: republika 

Amazing, 1 ton Thorium Sebesar Bola Basket Menjadi Pembangkit Listrik Energi Alternatif Berdaya 1000 MW

Tahukah anda Energi Alternatif Thorium? Thorium memilki densitas energi terpadat sehingga 1 ton Thorium yang hanya sebesar bola basket dapat menjadi bahan bakar pembangkit listrik berdaya 1000 MW selama 1 tahun. Bandingkan dengan uranium yang membutuhkan 200 ton atau batubara yang membutuhkan 3,5 juta ton, wow dan yang lebih menggembirakan bahwa indonesia memilki Cadangan Energi Alternatif Thorium untuk 1000 tahun. 


Thorium sendiri adalah sebuah unsur dengan no atom 90 yang mempunyai sifat radioaktif yang dapat dipakai sebagai bahan bakar reaktor nuklir. Karena Thorium bukan inti fisile maka untuk menggunakan Thorium harus memakai Uranium tetapi ini hanya untuk awal memicu reaksi karena setelah itu Thorium yang disebut inti fertile (subur) dapat membelah dan menghasilkan Uranium 233 atau dapat dilakukan penembakan dengan Neutron sehingga Thorium membelah.

Revolusi energi berikutnya dalam Energi Alternatif adalah Thorium Energy, sebuah sumber energi yang bersih, menghasilkan limbah nuklir yang sangat kecil, tidak dapat di persenjatai, tidak mengeluarkan emisi apapun dan karena densitas energi yang sangat tinggi maka energi yang dihasilkan sangat murah. Thorium akan mengakhiri pengunaan bahan bakar berbasis fosil seperti minyak dan batubara selamanya karena di masa depan kendaraan, kapal laut bahkan pesawat terbang dapat memakai Thorium sebagai bahan bakar.

Semoga pembangkit listrik thorium segera diimplementasikan di negeri Indonesia tercinta.

Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs Si-Nergi
Sumber : Kompasiana